PERENCANAAN KEUANGAN ISLAMI

Sebelum masuk kerincian apa itu Perencanaan Keuangan Islami didalam hukum islam terdapat teori gradiasi :
1. Wajib

2. Sunah (Sebaiknya dikerjakan)

3. Mubah (Halal)

4. Makruh (Sebaiknya ditinggalkan)

5. Haram

Perencanaan Keuangan Islami mengacu kepada Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman yang paling penting dan sumber yang paling benar.
Konsep Perencanaan Keuangan Islami :

A. Dianjurkan Tidak Berhutang

Allah berfirman : “Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang beriman . Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu: kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”(QS Al-Baqarah : 278-279) 

Di dalam ajaran Islam yang diterjemahkan kedalam ilmu syari’ah pinjam meminjam tidak dilarang akan tetapi tidak boleh terdapat bunga yang diperjanjikan sebelumnya dan semaksimal mungkin dihindari. Hutang yang belum diselesaikan akan terbawa/ditagih pada saat kita wafat, karena itu harus dilunasi oleh ahli warisnya.
Di dalam kondisi apapun, penambahan nilai uang yang dipinjamkan tetap dapat dilakukan, dengan catatan itu bersifat suka rela dan dikategorikan “hadiah” dari yang diberikan pinjaman.Akan tetapi apabila diterapkan dalam jumlah secara absolut di awal transaksi maka Pinjaman (penambahan nilai uang) tersebut akan menjadi riba.
Untuk menghindari resiko kematian dengan hutang, maka Seorang Perencana Keuangan Syariah harus mengutamakan perencanaan pembayaran hutang dimana nasabah akan terbebas dari kewajiban hutang. Hutang menjadi sangat penting karena baik di Perencanaan Keuangan Konvensional maupun di Perencanaan Keuangan Islami di “Haram” kan untuk meninggal dunia dan meninggalkan hutang kepada ahli waris

B. Cash Flow
Mengelola Cash Flow ataupun Aliran dana merupakan indikator kesuksesan seseorang / keluarga dalam merencanakan fungsi keuangan. Cash Flow secara Syari’ah atau Islami dimulai dari :
a. Rezeki yang Halal
b. Dari Rezeki yang kita dapat kita keluarkan hak orang lain melalui Allah yang kita kenal dengan Zakat, Infaq, Shadaqah (ZIS)
c. Tabungan dan Investasiserta Hutang
d. Sisa dari kesemuanya itu barulah menjadi Hak anda sendiri untuk memenuhi kebutuhan tiap bulannya
Adapun ketetapan rezeki yang anda terima terbagi menjadi beberapa hal, yaitu :
a. Nafkah Keluarga

Allah berfirman : “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS At-thalaq : 7)

Al-Qur’an sudah menjamin kecukupan rezeki yang dapat dipakai untuk menutupi kebutuhan Primer (WAJIB) yang mencakup kebutuhan :
1. Sandang, bagaimana agar keluarga tertutup auratnya
2. Pangan, bagaimana kebutuhan untuk makan keluarga terpenuhi (Makanan Halal)
3. Papan, bagaimana keluarga bisa berteduh dan berkumpul
4. Kesehatan

b. Jaminan Rezeki Bagi Manusia

Allah berfirman : “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (setelah wafat). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu daru demikian itu? Maha Sucilah Diadan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS Ar-Rum : 4)

Masih banyak dari anggota masyarakat yang kemudian merasa hidupnya susah atau serba kekurangan dan ketakutan bahwa besok mereka tidak bisa makan.Hal ini terjadi karena kurangnya keyakinan dan kepercayaan bahwa rezeki setiap manusia sudah dijamin oleh Allah.

C. Penghasilan yang Halal

Allah berfirman : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalha musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah : 168)

Didalam ajaran Perencanaan Keuangan Islami yang bersumber pada ajaran agama Islam yang bermuara pada sumber Al-Qur’an dan Hadist kita harus bisa mengelola Cash Flow keuangan keluarga kita, penghasilan yang kita dapat haruslah Halal.
Hal ini diharapkan dapat menjaga perbuatan seseorang yang melakukan Perencanaan Keuangan Islami untuk selalu berhati-hati ketika mengumpulkan harta dari pekerjaan mereka. Disini terlihat jelas perbedaan Perencanaan Keuangan Islami dengan Konvensional bahwa hal-hal detil tentang kehidupan dan mencari rezeki diatur secara tegas dalam Perencanaan Keuangan Islami.

D. Sumber Penghasilan atau Rezeki

Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (Al-Quran At-Taubah : 111)

Pintu-pintu yang sangat dianjurkan dalam mencari rezeki :
a. Berdagang (Entrepreneur)
b. Bertani
c. Berternak
d. Bekerja di pemerintahan
e. Bekerja lainnya seperti diperusahaan swasta, dll

E. Pengeluaran Tidak Boros dan Tidak Mubazir

Allah berfirman : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang undah di setiap (memasuki) masjid,makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS Al-A’raf : 31)

Apabila anda berpegangan terhadap Kalamullah diatas maka anda (terutama ibu-ibu dan kaum wanita) tidak akan mudah terbujuk rayu dengan diskon besar-besaran di Mall termasuk acara seperti midnight sale, kecuali apabila memang ada kebutuhan barang yang harus dibeli.

F. Tuntunan Agama

Allah berfirman : “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah : 110)

Hal lain yang juga sangat membedakan antara Perencanaan Keuangan Konvensional dengan Perencanaan Keuangan Syari’ah dan menjadikannya ciri khasnya adalah adanya kewajiban untuk menjalankan tuntunan Agama.
Tuntunan agama bersifat wajib :
a. Zakat Fitrah
b. Zakat Penghasilan, termasuk zakat bisnis
c. Haji
Tuntunan Agama bersifat Sunnah :
a. Aqiqah (bagi yang punya anak)
b. Khitan
c. Qurban
d. Umroh
e. Sodaqoh
f. Infaq
g. Wakaf
h. Wasiat

G. Dana Darurat, Menabung dan Asuransi

Allah berfirman : “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.” (QS Yusuf : 47-48)

Dalam Perencanaan Keuangan Syari’ah dan juga dalam tuntunan Agama terdapat himbauan untuk menabung dan berinvestasi serta berasuransi yang dpaat dipergunakan dan bermanfaat disaat anda mengalami kesulitan dalam hidup atau dalam mendapatkan rezeki.
Islam sudah mengenal hal-hal diatas sejak ribuan tahun yang lalu. Islam mengajarkan kita untuk tidak menghabiskan apapun yang kita miliki dan mengajarkan kita untuk menyimpannya serta bersiap-siap untuk menghadapi masa sulit. Masa sulit dapat dikaitkan dengan cobaan-cobaan yang diberikan Allah terhadap hambanya.

Allah berfirman : “Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantaramu dan meninggalkan isteri,hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma’ruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah : 240)

Sumber : Madjid, A.M.200.Muda Kaya Raya Tua Sejahtera Meninggal Masuk Syurga.Jakarta:RabkA Productio
n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: